Kamis, 22 Desember 2011

Capung



Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang kaya akan budaya dan hasil alamnya. Negeri ini terdiri dari beraneka ragam budaya yang tersebar dari sabang sampai marauke mulai dari suku, agama, kepercayaan, adat istiadat dan lain - lain. Perbedaan itu membentuk kesatuan seperti semboyan negeri ini yaitu Bhineka Tunggal Ika ( berbeda – beda tetap satu jua). Di setiap daerah tentu mempunyai adat istiadat masing – masing yang masih dipercaya sampai saat ini, salah satunya yaitu kepercayaan khususnya orang Jawa. Mereka mempercayai bahwa serangga kecil bernama capung dapat menghentikan kebiasaan ngompol untuk anak usia lima tahun ke atas, dengan cara menempelkan capung tersebut ke bagian pusar. Berdasarkan pengakuan orang tua dulu, cara ini merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menghentikan kebiasaan ngompol sehingga masih diyakini sampai saat ini.

Capung tidak hanya dipercayai untuk menghilangkan kebiasaan ngompol, namun para peneliti menyakini serangga kecil ini mempunyai banyak kelebihan dibanding serangga lain pada umumnya. Berdasarkan hasil penelitian para ahli terkini menemukan sebuah fakta yang sangat mencengangkan bahwa teknologi penerbangan helikopter modern ternyata sangat tertinggal jauh dibanding dengan seekor capung. Sistem penerbangan capung mengalahkan semua mesin buatan manusia. Dengan alasan inilah, disain model terakhir helikopter Sikorsky yang terkenal di dunia, dibuat menggunakan disain kerangka capung sebagai model. Dalam proyek ini, perusahaan IBM membantu mendisain Sikorsky dengan memuat gambar-gambar capung dalam komputer khusus. Setelah itu, dengan mengambil contoh capung, ribuan ilustrasi dibuat dalam komputer. Kemudian, dengan mencontoh teknologi terbang capung, dibuatlah model helikopter Sikorsky yang ditulis Harun Yahya dalam artikelnya di www.harunyahya.com

*Helikopter Sikorsky dirancang dengan meniru rancangan sempurna dan kemampuan manuver dari seekor capung.

Capung memiliki penglihatan yang sangat tajam dengan jumlah keseluruhan mata mikro tiga puluh ribu buah dan setiap mata mengarah ke titik yang berbeda sehingga  saat terbang, dia dapat melakukan manuver yang sangat cepat meskipun dimenit terakhir untuk menghindari kejaran mangsanya ataupun menyelamatkan diri dari truk yang datang berlawanan arah. Beda halnya dengan pilot setelah melakukan manuver, dia akan kesulitan menentukan posisi pesawat relatif dengan permukaan bumi dan dapat menyebabkan resiko kecelakaan. Oleh sebab itu, pesawat dilengkapi giroskop yang digunakan pilot untuk membandingkan garis horisontal dengan horison sesungguhnya sehingga dengan cepat dapat menentukan posisi pesawat dan menghindari resiko kecelakaan.

Manuver yang dilakukan capung saat terbang bukan hanya karena penglihatannya yang tajam, tetapi dipengaruhi juga oleh rambut – rambut yang ada di tubuhnya. Ketika posisi tubuh capung berubah selama penerbangan, rambut-rambut di antara badan dan kepalanya menjadi terangsang. Sel-sel saraf pada akar rambut ini mengirimkan informasi ke otot-otot terbang capung tentang posisinya di udara. Hal ini memungkinkan otot-otot tersebut secara otomatis mengatur jumlah dan kecepatan gerak sayap. Dengan demikian, dalam manuver paling sulit sekalipun, capung tidak pernah kehilangan arah atau kendali. Sistem ini sungguh merupakan suatu keajaiban teknik.

Kelebihan pada serangga kecil ini tidak hanya itu, capung juga dapat terbang dengan kecepatan tinggi. Capung adalah serangga tercepat di dunia, ia mampu terbang dengan kecepatan 97 km/jam dan mampu melakukan perjalanan sejauh 137 km dalam satu hari yang tertulis di http://id.shvoong.com/exact-sciences/1900583-capung-serangga-tercepat-di-dunia/#ixzz1IX3QzdDG .

Pada kecepatan tinggi ini, capung bertabrakan dengan mangsanya. Guncangan akibat tabrakan ini sangat kuat, tapi bentuk lentur dari tubuhnya dapat meredam guncangan akibat benturan, beda halnya dengan mangsanya. Mangsa capung akan kehilangan kesadaran atau bahkan mati akibat benturan tersebut. Setelah terjadi benturan, kaki belakang capung menjulur kedepan dan menangkap mangsa yang kaget, kemudian dicabik – cabik dan dimakan dengan rahangnya yang kuat.

Mengingat struktur tubuh capung yang begitu sempurna dan canggih untuk ukuran seekor serangga kecil dibanding serangga lainnya sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seekor capung dapat lebih canggih dari teknologi mutakhir saat ini seperti helikopter Sikorsky. Menurut inti dari teori evolusi Darwin yang mengatakan bahwa Evolusi terjadi karena adanya proses seleksi alam (natural selections). Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari makhluk hidup yang berasal dari masa lampau” . Tidak mungkin capung mengalami evolusi melihat fosil capung tertua dengan capung yang hidup saat ini tidak memiliki perbedaan sama sekali. Mustahil jika sistem dalam tubuh capung terbentuk tahap demi tahap secara kebetulan seperti isi teori evolusi Darwin. Hal ini dikarenakan bahwa agar suatu makhluk hidup dapat hidup, semua sistem ini harus ada pada saat yang bersamaan dan telah lengkap.    



*Perbandingan capung saat ini dengan fosil capung jutaan tahun yang lalu

Capung tersebar luas di hutan-hutan, kebun, sawah, sungai dan danau, hingga ke pekarangan rumah serta lingkungan perkotaan. Pada umumnya serangga ini jarang berada jauh-jauh dari air, tempat mereka bertelur dan menghabiskan masa pra-dewasa anak-anaknya. Salah satu manfaat capung untuk manusia bisa ditunjukkan dengan habitat capung. Habitat capung dapat menujukkan kualitas air di lingkungan sekitar kita. Jika masih bisa bertemu banyak capung berarti tandanya perairan kita relatif bersih dari pencemaran, karena telur dan nimfa hanya bisa berkembang biak dan bertahan hidup di perairan yang tak tercemar.

Kelebihan yang dimiliki serangga kecil ini dapat menginspirasi para peneliti membuat sarana transportasi yang semakin canggih untuk kebutuhan manusia saat ini. Mengingat manfaat capung yang begitu besar untuk kehidupan manusia menunjukkan kita betapa besar kuasa Allah SWT menciptakkan makhluknya dengan kelebihan masing – masing sehingga kita patut  bersyukur dengan semua ini. Alam telah disediakan Allah SWT untuk manusia dan sudah semestinya kita menjaga dan melestarikan alam beserta isinya demi berlangsungnya kestabilan ekosistem di muka bumi ini. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar