Minggu, 05 Februari 2012

Mau dibawa kemana nasib timnas kami??



                     

Assalamualaikum J

Selamat malam semua. Menjelang malam yang semakin larut ada sesuatu yang menggajal pikiran gw malam ini. Sesuatu yang ada dibenakmu , sesuatu . . . *nyanyistylesyahrini* dih? Hahha abaikan ! Yaa mungkin ini sudah menjadi makanan public sehari – hari khususnya dibidang olahraga. Nah loh soal apa nih???? *kepooooo* hem ya pastinya soal tentang kabar sepakbola terkini. Kirain sesuatu apa coba yang bisa dimakan??? -,- lanjut ! Suatu kabar yang cukup membuat gw miris saat mendengarnya, yaaah meskipun kekhawatiran gw ini belum terjadi dan media pun belum mengusutnya, tapi gw udah punya firasat dan pikiran yang sama persis dengan kondisi saat ini. aduuuuuuh maksudnya apa sih Yu?? Gak usah muter – muter, makin malam makin lemot nih. Langsung cap cuuuus !!!

Jadi, saat tadi gw nonton salah satu stasiun tv yang biasa membahas soal persepakbolaan di Indonesia selama sepekan (GSBI ) ada satu berita yang cukup menarik dan berhasil membuat gw gundah gulana. Hayoooo galau ya???? *kedip-kedipcacingan* bukan gitu ! Beritanya itu mengabarkan soal kondisi terkini pasukan merah putih ( timnas kita saat ini ). Seperti yang kita ketahui bersama, kondisi persepakbolaan kita yang carut marut dengan berbagai macam masalah yang tak kunjung kelar membuat gamang kondisi timnas senior kita, khususnya yang akan melakukan partai tandang terakhir menutup kualifikasi Pra Piala Dunia 2014 di Brazil melawan Bahrain. Meskipun kita sudah tak punya kesempatan lagi untuk lanjut kebabak selanjutnya, namun kompetisi terus berjalan. Bagaimana mungkin kita bisa bertandang ke Bahrain jikalau sebulan terakhir sebelum pertandingan yang akan digelar tanggal 29 Februari itu pun belum diketahui siapakah materi pemain yang akan mengisi pasukan merah putih. Kok bisa gitu Yu????

Gimana gak?? Seperti yang pernah gw share di artikel sebelumnya “Inikah wajah persepakbolaan negri ini??” tentang kondisi terkini sepakbola tanah air yang begitu semrawutan bagai benang kusut. Semuanya harus dicabut dari akar permasalahannya jikalau ingin menyelamatkan nasib persepakbolaan negri ini. seperti yang kita ketahui bersama, para penguasa kursi tertinggi di induk organisasi sepakbola negri ini PSSI sedang bergalau ria. Loh kok?? Gimana gak?? Para peserta club dari setiap daerah melakukan mosi tidak percaya pada pengurusan Djohar Arifin Husein ( ketum PSSI saat ini ). Mereka melakukan semacam evaluasi atas kinerja Djohar Arifin yang dinilai tidak menghasilkan sesuatu yang baik bagi timnas, terlebih menambah masalah dengan keputusannya yang seringkali kontroversal. Oleh karena itu, mereka akan mengadakan Kongres evaluasi kerja yang belum segenap setahun diera kepemimpinan Djohar Arifin. PSSI kebakaran jenggot ! loh kok? Ya nasib ketua umumnya berada ditangan rakyat yang siap menggulingkan kepemimpinannya yang dinilai tidak becus mengurus permasalahan sepakbola negri ini.



Terus gimana nasib timnas yang akan menghadapi laga selanjutnya? Dalam kondisi yang semrawutan ini, beberapa minggu sebelumnya pelatih kepala timnas – U23 yang ditangani oleh coach Rahmad Darmawan ( RD panggilan akrabnya ) mengundurkan diri dari kursi kepelatihan. Dia merasa gagal membawa timnya meraih target emas di pesta akbar SEA GAMES 2011 tahun lalu. Disamping itu dia sendiri merasa kurang sependapat dengan pihak PSSI yang membatasi dirinya dalam memilih pemain. Bagaimana tidak? PSSI melarang pemain yang berlaga di ISL untuk membela timnas Indonesia. Padahal kita tau sendiri materi pemain yang telah diasuhnya dan sekuat timnas U-23 saat SEA GAMES tahun lalu banyak tersebar di ISL. Secara logikanya, gimana dia bisa ngelatih kalo pemain yang telah diasuhnya dilarang bermain hanya karena masalah internal tentang statuta dualism kompetisi yang bergulir. Lagi pula, kita tau sendiri bagaimana kualitas pemain yang banyak tersebar di club yang berlaga di IPL. Tanpa bermaksud merendahkan ataupun meremehkan mereka, faktanya kualitas pemain disana dibawah rata – rata pemain nasional yang biasa membela merah putih. Jika dia masih menduduki kursi pelatih, logikanya mana mau seorang pelatih mencari jarum ditumpukan jerami??? Tentu dia lebih baik memilih mengundurkan diri dibanding mengecewakan ratusan juta rakyat supporter Indonesia.

suasana latihan pemain timnas
susunan materi pemain inti kualifikasi Pra Piala Dunia 2014
Disamping itu, menurut kabar yang tayang tadi siang kepelatihan yang ditinggalkan RD telah diisi oleh asistennya Aji Santoso. tanpa meragukan kualitasnya, memang beliau telah melalang lintang dibidang dunia persepakbolaan negri ini, mungkin sebelum gw terlahir didunia ini dia sendiri udah mulai main bola. Jadi bukan maksud merendahkan sekali lagi, dibawah kepemimpinannya dia harus merombak ulang materi pemain yang selama ini diisi oleh nama – nama beken pemain kelas nasional seperti Bambang Pamungkas © , Firman Utina, Hamkah Hamzah, Boas Salossa, Markus Horison, Ferry Rotinsulu, M. Ridwan, dan nama – nama pemain senior lainnya yang jauh memiliki jam terbang dibanding materi pemain yang kabarnya akan menggantikan posisi mereka. Bagaimana mungkin dalam kurun waktu kurang lebih 2 – 3 minggu dia bisa menemukan pengganti para senior yang sudah kita ketahui bersama kualitasnya. Mereka dicoret karena sebagian besar bermain diliga ISL yang menurut PSSI tak resmi. Apa ini pantas?? Apa ini wajar???? GAK ! Bagaimana mungkin hak seorang pemain dirampas begitu saja. Setiap pemain berhak membela timnasnya. Setiap pemain berhak mempertaruhkan martabat bangsa. Bagaimana semua ini bisa dilanggar hanya karena egoisme dan masalah yang tersandung statuta?? Hey what the hell is going on !!!!

RD vs Wim


Mungkin secara efisien, Aji Santoso akan memilih para bibit muda yang sebagian besar tahun lalu ikut berperan dalam timnas – U23 saat SEA GAMES dan kebetulan bermain di IPL. Selebihnya seperti berjudi, mencari bibit muda baru yang kualitasnya bisa dibilang belum terjamin. Aji sendiri tanpa bermaksud pesimis, dia sadar dengan kondisi materi pemainnya hingga mengeluarkan statement kurang lebih seperti ini :

“Dalam kondisi seperti ini, saya harap masyarakat Indonesia mampu memaklumi apabila materi pemain timnas rombakannya saat ini tidak bisa mencapai hasil maksimal diturnamen nanti. Tapi saya tetap optimis dengan materi pemain seperti ini, setidaknya mereka bisa bermain seperti yang saya harapkan. Untuk itu mohon dukungannya dari para supporter Indonesia. ”


Seorang pelatih sekelas Aji pun menyadari kondisi kualitas materi pemainnya yang sangat jauh dari materi pemain senior yang biasa berlaga di pertandingan internasional seperti ini. tapi apa yang bisa dia perbuat??? Semua keputusan mutlak berada di tangan PSSI. Tapi bagaimana jika masyarakat yang cukup muak dengan tingkah para politisi PSSI membuat revolusi besar – besaran hingga melengserkan mereka dari jabatan mereka. Apa mereka tetap mempertahankan ego atas nama statute yang tidak sesuai dengan liga resmi yang mereka sebut – sebut? Ini masalah martabat bangsa, masalah harga diri, menyangkut kepentingan bangsa ini. apa mereka tega mengorbankan tanah air tempak mereka dilahirkan menanggung malu atas ego mereka sendiri? Apakah mereka yakin dengan keputusan yang mereka buat adalah keputusan yang paling tepat?? Apa mereka ingin melihat timnas baru besutan dan rombakan secara instan hanya akan menjadi lumbung gol lawan? Apa kita semua siap mental menghadapi isu yang semakin berkembang pasca kekalahan? Apa mereka telah menyediakan pembelaan atas kekecewaan para supporter Indonesia??? Jawabannya hanya bisa kita temukan dengan hati nurani yang akan berbicara. Itu pun kalo masih tersisa hati nurani yang tidak rela harga diri bangsa dipertaruhkan !

                               
Kekalahan Final Piala AFF 2010
Kekalahan Final Sea Games 2011

Fanatisme suporter Indonesia




Tidak ada komentar:

Posting Komentar