Rabu, 01 Desember 2010

"GARUDA DIDADAKU"



Mata yang merekah penuh harapan,
Mulut yang tak ada henti mengucap doa,
Badan bergetar saat kau didengungkan,
Rasa bangga menggelora saat kau dikibarkan,
Jiwa yang tiada lelah untuk mendukungmu,
saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan dan putra-putra bangsa membela harga diri bangsa ini di depan mata dunia.

Semua harapan besar 200 juta bangsa Indonesia berada dipundakmu. Begitu mulia tindakan kalian bak pahlawan di medan perang.

Namun satu hal yang mengiris hati, ketika semua telah berubah. Mencerca, menghina negeri sendiri karna keterpurukan prestasi. Tak ada sedikit pun rasa kebanggaan, yang ada hanya sekelompok manusia egois penuh bualan belaka.


Dimana rasa cinta tanah air kalian? Pupus ditengah jalan saat Indonesia kalah? Atau lenyap dan lebih bangga dengan negeri laen?


Rasa jijik dan malu dengan ego kalian. Kalian hanya suporter hayalan yang hanya mendukung tim kebanggaan di layar kaca. Ibu pertiwi pun menangis,dan Allah pun mendengar tangisannya. Sadarkah bahwa Allah menegur kita dengan wujud bencana di negeri ini. Agar kita sadar, betapa pentingnya untuk mensyukuri dan mencintai negeri yg diciptakan begitu indah dengan ribuan pulau yg terbentang dari sabang sampe marauke. Jutaan hasil kekayaan alam, keberagaman suku adat, agama, bahasa. Hanya menjaga dan melestarikan yang dibutuhkan, bukan merusak.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya."

Mari bersama-sama bersatu untuk mendukung putra-putri bangsa kita. Buktikan bahwa kita bangsa yg besar, dengan menghargai perjuangan dan pengorbanan putra-putra bangsa. Tujuan kita satu, Merah Putih berkibar dipuncak tertinggi dan dunia pun ikut bangga dengan negeri kita tercinta "INDONESIA".


Tidak ada komentar:

Posting Komentar